Program apresiasi legenda ini lahir dari kesadaran bahwa kesejahteraan mantan atlet adalah tanggung jawab moral bersama. Banyak pemain hebat di masa lalu yang kini telah tiada atau sedang berjuang melawan usia tua, meninggalkan keluarga yang terkadang membutuhkan dukungan ekonomi maupun moril. Perbasi Surabaya melakukan pendataan secara mendalam untuk memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran. Dengan mengunjungi langsung kediaman para ahli waris, organisasi ini ingin menyampaikan pesan bahwa dedikasi yang pernah diberikan oleh para pemain tersebut tidak akan pernah terlupakan oleh sejarah.
Kegiatan santuni keluarga ini dilakukan dengan penuh khidmat dan jauh dari kesan pamer. Bantuan yang diberikan berupa dana santunan, paket kebutuhan pokok, hingga akses layanan kesehatan bagi anggota keluarga yang membutuhkan. Interaksi yang terjalin saat kunjungan tersebut sering kali diwarnai isak tangis haru, di mana keluarga merasa bangga karena sosok orang tua atau pasangan mereka tetap dihormati oleh komunitas basket masa kini. Ini adalah edukasi karakter yang luar biasa bagi para pemain muda di Surabaya agar mereka memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap sejarah dan para pendahulu mereka.
Dalam konteks pembinaan, langkah ini memberikan rasa aman bagi para atlet masa kini. Mereka menjadi sadar bahwa organisasi tempat mereka bernaung memiliki kepedulian jangka panjang. Surabaya, sebagai salah satu barometer pemain basket nasional, memang dikenal memiliki ikatan emosional yang sangat kuat antar generasinya. Banyak legenda basket dari kota pahlawan ini yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional, dan sudah sepantasnya mereka mendapatkan penghormatan yang layak, meskipun dalam bentuk perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.
Selain bantuan materiil, Perbasi Surabaya juga berencana untuk membuat sebuah museum mini atau galeri digital yang mendokumentasikan prestasi para legenda ini. Hal ini bertujuan agar generasi milenial dan Gen Z yang kini mendominasi lapangan basket tetap mengenal siapa saja sosok yang telah meletakkan fondasi prestasi di masa lalu. Dengan mengenal sejarah, semangat juang para atlet muda diharapkan akan semakin terlecut. Hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan basket di Surabaya harus terus dijaga agar tetap harmonis dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Respon dari masyarakat basket di Jawa Timur terhadap program ini sangat positif. Banyak pihak swasta dan donatur perorangan yang akhirnya ikut tergerak untuk menyisihkan sebagian rezeki mereka guna mendukung keberlanjutan dana santunan ini. Secara organik, solidaritas di lingkungan pecinta basket Surabaya semakin menguat. Kita semua belajar bahwa prestasi di atas lapangan adalah sementara, namun kemanusiaan dan rasa saling menghargai adalah sesuatu yang abadi. Perbasi Surabaya telah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar organisasi yang mengurus pertandingan, tetapi sebuah keluarga besar yang memiliki hati nurani yang dalam untuk menjaga martabat para legendanya.
