Perbasi Surabaya mengambil pendekatan progresif yang mengubah definisi atlet profesional. Mereka percaya bahwa kesuksesan seorang atlet tidak hanya diukur dari performa di lapangan. Oleh karena itu, Bukan Hanya Main basket, mereka juga Wajibkan Atlet Ikuti Kelas Bisnis dan pelatihan Public Speaking sebagai bagian integral dari program pembinaan mereka.
Filosofi Perbasi Surabaya adalah mempersiapkan atlet untuk kehidupan setelah karir olahraga mereka berakhir. Wajibkan Atlet Ikuti Kelas Bisnis memberikan pemahaman dasar tentang manajemen keuangan, investasi, dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk membekali mereka agar dapat mengelola kekayaan yang diperoleh dan memiliki rencana cadangan ketika gantung sepatu kelak.
Aspek Public Speaking yang juga diwajibkan oleh Perbasi Surabaya sangat penting di era modern. Atlet profesional seringkali menjadi role model dan juru bicara merek. Kemampuan berkomunikasi yang baik membantu mereka dalam wawancara, negosiasi kontrak, dan membangun personal branding. Ini adalah soft skill yang sama pentingnya dengan kemampuan dribbling atau shooting.
Inisiatif Bukan Hanya Main ini mendapat sambutan positif dari para atlet dan orang tua. Mereka menyadari bahwa karir olahraga memiliki batas waktu, dan bekal pendidikan di luar lapangan sangatlah berharga. Perbasi Surabaya menunjukkan komitmen untuk membentuk pribadi yang utuh, tidak hanya mesin pencetak angka di lapangan.
Materi Wajibkan Atlet Ikuti Kelas Bisnis mencakup studi kasus tentang manajemen brand atlet sukses dan kegagalan finansial yang sering dialami oleh pensiunan atlet. Sementara kelas Public Speaking fokus pada teknik presentasi, cara menjawab pertanyaan sulit, dan etika komunikasi di media sosial.
Perbasi Surabaya telah menetapkan standar baru dalam pembinaan atlet di Indonesia. Mereka membuktikan bahwa investasi pada pengembangan diri di luar olahraga adalah kunci untuk menciptakan atlet yang sukses secara holistik.
Keputusan Perbasi Surabaya untuk Wajibkan Atlet Ikuti Kelas Bisnis dan Public Speaking menegaskan bahwa atlet adalah aset intelektual yang harus dipersiapkan matang. Bukan Hanya Main, mereka dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.
