Di tengah menjalankan ibadah puasa, semangat untuk meningkatkan kapasitas diri tidak boleh berhenti. Hal inilah yang mendasari Perbasi Surabaya dalam menyelenggarakan program kursus manajemen olahraga yang berlangsung secara intensif. Memanfaatkan waktu selama bulan puasa yang cenderung diisi dengan kegiatan yang lebih reflektif, organisasi ingin memastikan bahwa setiap pengurus klub, pelatih, hingga perangkat pertandingan memiliki pemahaman yang mumpuni mengenai pengelolaan sebuah organisasi olahraga yang profesional. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan teori, melainkan sebuah lokakarya yang aplikatif.
Manajemen dalam dunia olahraga sering kali menjadi aspek yang terabaikan jika dibandingkan dengan teknis permainan di lapangan. Padahal, kesuksesan sebuah tim atau penyelenggaraan turnamen sangat bergantung pada bagaimana sebuah manajemen dijalankan secara transparan, terstruktur, dan efisien. Perbasi Surabaya menyadari bahwa untuk membawa basket kota ini ke level nasional, diperlukan fondasi manajerial yang kuat. Oleh karena itu, kurikulum yang disusun mencakup topik-topik krusial seperti tata kelola keuangan organisasi, strategi pencarian sponsor, manajemen media sosial untuk branding klub, hingga prosedur penanganan konflik internal.
Selama kursus berlangsung, peserta diajak untuk melakukan studi kasus nyata yang pernah terjadi di lapangan. Misalnya, bagaimana mengatasi tantangan saat jadwal kompetisi yang bentrok atau cara mengelola krisis komunikasi ketika terjadi ketidakpuasan dari pihak sponsor. Pendekatan interaktif ini membuat sesi kursus menjadi sangat hidup dan tidak membosankan. Bagi banyak peserta, pengalaman ini membuka cakrawala baru bahwa basket bukan hanya soal memasukkan bola ke ring, melainkan sebuah industri yang membutuhkan sentuhan manajerial yang presisi dan visioner agar bisa terus berkelanjutan.
Para instruktur yang didatangkan pun merupakan praktisi yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, mulai dari akademisi manajemen olahraga hingga pengelola liga profesional nasional. Mereka memberikan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan oleh klub-klub lokal di Surabaya. Selain itu, kursus ini menjadi ajang networking bagi para pegiat basket di Surabaya untuk saling bertukar pikiran dan mencari solusi atas kendala yang sering mereka temui di klub masing-masing. Terjadi kolaborasi yang positif selama proses pembelajaran yang berlangsung di bulan suci ini.
