Kecepatan dan daya ledak (explosive power) adalah dua elemen yang sangat menentukan dominasi seorang pemain basket di lapangan. Untuk mendapatkan lompatan yang tinggi dan lari sprint yang cepat, otot tungkai harus ditempa dengan beban yang signifikan. Di wilayah Jawa Timur, para penggerak Perbasi Surabaya mulai melirik metode pelatihan yang memanfaatkan rintangan alam sebagai sarana penguatan fisik. Salah satu teknik yang sangat efektif adalah melakukan latihan beban eksplosif dengan memanfaatkan kemiringan tanah atau kontur perbukitan yang ada di sekitar wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Berbeda dengan latihan di dalam gimnasium yang menggunakan mesin statis, berlatih di atas kontur perbukitan memberikan tantangan dinamis bagi sistem saraf motorik. Saat seorang atlet berlari menanjak, gravitasi bertindak sebagai beban alami yang memaksa otot quadriceps, hamstrings, dan glutes bekerja dua kali lebih keras. Gerakan eksplosif yang dilakukan di tanjakan akan merangsang serat otot cepat (fast-twitch muscle fibers) untuk berkembang lebih maksimal. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan tinggi loncatan saat atlet melakukan rebound atau layup di lapangan basket yang sesungguhnya.
Penerapan program ini di bawah pengawasan Perbasi Surabaya dilakukan dengan mengombinasikan lari cepat jarak pendek (sprint) dan lompatan vertikal di area tanjakan. Penggunaan medan miring secara otomatis akan memperbaiki postur lari atlet, memaksa mereka untuk mengangkat lutut lebih tinggi dan mendarat dengan bagian depan kaki. Teknik ini tidak hanya meningkatkan kecepatan, tetapi juga memperkuat sendi pergelangan kaki dan lutut terhadap tekanan yang besar. Daya tahan otot yang terbangun di perbukitan akan membuat pemain memiliki stamina yang jauh lebih unggul, terutama saat memasuki kuarter keempat pertandingan yang intens.
Selain kekuatan otot, latihan di medan perbukitan juga melatih koordinasi dan keseimbangan. Permukaan tanah yang mungkin tidak selalu rata menuntut atlet untuk selalu waspada dan menjaga stabilitas tubuhnya. Dalam olahraga basket, keseimbangan adalah segalanya. Pemain yang mampu menjaga pusat gravitasinya tetap stabil saat melakukan manuver tajam akan lebih sulit dihentikan oleh lawan. Melalui latihan beban eksplosif di alam terbuka, atlet belajar bagaimana menyalurkan tenaga dari bawah ke atas dengan efisien, sebuah prinsip dasar yang sangat dibutuhkan untuk melakukan tembakan jarak jauh maupun dunk yang bertenaga.
