Dalam dunia bola basket yang kompetitif, kemampuan untuk menguasai bola di bawah tekanan adalah fondasi utama yang membedakan pemain amatir dengan pemain profesional. Surabaya, sebagai salah satu barometer perkembangan basket di Indonesia, terus berupaya meningkatkan standar kemampuan individu para atlet mudanya melalui program yang sistematis. Salah satu fokus utama yang ditekankan oleh para pelatih saat ini adalah pemain basket unggul yang memiliki kemampuan penguasaan bola di atas rata-rata melalui latihan yang konsisten dan terukur. Dengan adanya program latihan kontrol bola Perbasi Surabaya yang intensif, diharapkan setiap pemain mampu menjaga ritme permainan tanpa harus kehilangan penguasaan saat berhadapan dengan pertahanan lawan yang agresif.
Kemampuan kontrol bola atau ball handling bukan sekadar tentang seberapa cepat seseorang bisa memantulkan bola, melainkan tentang sinkronisasi antara mata, tangan, dan keseimbangan tubuh. Di Surabaya, para pemain diajarkan untuk melakukan dribble dengan mata tetap menatap lapangan, bukan ke arah bola. Hal ini sangat penting agar pemain tetap memiliki pandangan luas untuk melihat posisi rekan setim maupun celah di pertahanan lawan. Penggunaan teknik pro dalam setiap sesi latihan mencakup latihan double ball dribbling dan penggunaan beban pada pergelangan tangan untuk meningkatkan sensitivitas ujung jari terhadap pergerakan bola. Ketika seorang pemain sudah menyatu dengan bolanya, maka transisi dari bertahan ke menyerang akan berjalan jauh lebih mulus.
Selain itu, kontrol bola yang baik sangat berpengaruh pada efektivitas serangan sebuah tim. Seorang playmaker atau pengatur serangan harus mampu menahan bola sambil menunggu momen yang tepat untuk melepaskan umpan matang. Di bawah arahan Perbasi Surabaya, kurikulum latihan kini lebih banyak memasukkan simulasi situasi satu lawan satu (1-on-1) di mana pemain dipaksa untuk melindungi bola menggunakan badan mereka sendiri. Teknik melindungi bola ini seringkali menjadi penentu apakah sebuah serangan berakhir dengan poin atau justru berujung pada turnover. Dengan disiplin latihan yang tinggi, kepercayaan diri pemain akan meningkat, dan ini adalah modal utama untuk tampil tenang di setiap pertandingan besar.
